Perikanan

  • RSS
  • Delicious
  • Facebook
  • Twitter
  • Vestibulum quis diam velit, vitae euismod ipsum

    Etiam tincidunt lobortis massa et tincidunt. Vivamus commodo feugiat turpis, in pulvinar felis elementum vel. Vivamus mollis tempus odio, ac imperdiet enim adipiscing non. Nunc iaculis sapien at felis posuere at posuere massa pellentesque. Suspendisse a viverra tellus. Nam ut arcu et leo rutrum porttitor. Integer ut nulla eu magna adipiscing ornare. Vestibulum quis diam velit, vitae euismod ipsum? Quisque ...

  • Aliquam vel dolor vitae dui tempor sollicitudin

    Proin ac leo eget nibh interdum egestas? Aliquam vel dolor vitae dui tempor sollicitudin! Integer sollicitudin, justo non posuere condimentum, mauris libero imperdiet urna, a porttitor metus lorem ac arcu. Curabitur sem nulla, rutrum ut elementum at, malesuada quis nisl. Suspendisse potenti. In rhoncus ipsum convallis mauris adipiscing aliquam. Etiam quis dolor sed orci vestibulum venenatis auctor non ligula. Nulla ...

  • Nam ullamcorper iaculis erat eget suscipit.

    Etiam ultrices felis sed ante tincidunt pharetra. Morbi sit amet orci at lorem tincidunt viverra. Donec varius posuere leo et iaculis. Pellentesque ultricies, ante at dignissim rutrum, nisi enim tempor leo, id iaculis sapien risus quis neque. Ut sed mauris sit amet eros tincidunt adipiscing eu vitae lectus. Class aptent taciti sociosqu ad litora torquent per conubia nostra, per inceptos ...

Twitter

Bidang perikanan merupakan bidang yang tidak boleh di pandang sebelah mata, bidang perikanan ini terbukti memberikan peluang usaha yang cukup besar bagi masyarakat yang ingin bergelut dalam bisnis ini, setidaknya itu yang dialami oleh KPI Mina kepis. Organisasi ini berdiri pada tahun 1983 dengan nama taruna tani Burikan. Organisasi ini merupakan organisasi yang menghimpun dan mempunyai beberapa seksi kegiatan salah satunya wiraswata yang bergerak di bidang pertanian, perkebunan dan perikanan.
Seiring berjalannya waktu divisi perikanan ternyata mampu memberikan suatu kemajuan dan pemasukan yang cukup besar yang membawa pada sebuah keuntungan tersendiri sehingga kelompok ini bersepakat dan berfokus untuk terus mengembangkan bisnisnya pada perikanan. Setelah melewati beberapa fase maka terbentuklah KPI Mina Kepis. Kami dan berhasil menemui pak Marjono salah seorang pengurus sekaligus pengusaha pembibitan ikan air tawar. Dari pak Marjono kami meminta pendapat yang bisa menggali seluk beluk bisnis pembibitan perikanan air tawar.

Produk yang dihasilkan antara lain jenis ikan hias dan ikan konsumsi. Untuk ikan hias dalam 1 siklus panen (pemijahan – siap jual), ikan koi mencapai 5000 ekor / musim dan jenis ikan komed 3000 ekor / musim. Untuk ikan konsumsi, setiap musim panen jenis graskap mencapai 5000 ekor, bawal 5000, ekor nila 2000 ekor, gurami 1500 ekor dan emas1000 ekor.KPI Mina Kepis lebih fokus pada pembibitan, tahap awal dalam sebuah pembibitan adalah proses seleksi induk yang siap kawin. Kemudian setelah mendapatkan hasil seleksi tersebut, induk hasil seleksi dipisahkan di tempat khusus yang telah diberi media temapt bertelur. Setelah bertelur induk diangkat dan di pisahkan kembali, kemudian telur akan menetas dalam waktu 1 minggu.

Setelah berumur cukup dewasa berkisar antara 20 hari – 1 bulan, burayak atau bibit ikan tersebut dipindahkan ke kolam tanah yang telah disiapkan beserta pakan alaminya. Untuk kolam ukuran 5x 10 meter butuh 5 karung pakan dengan harga 8-10 ribu/ karung.Setelah bibit seukuran 1 kuku, bibit diberi pakan pelet dengan teratur sampai siap panen dibutuhkan 3-5 karung ukuran 30 kg dengan harga 200 ribu tiap karung. Waktu yang diperlukan dari proses bertelur sampai siap jual (ukuran 2-3 jari) cukup lumayan lama sekitar 3 bulan.

Keunggulan dari pembibitan antara lain jenis ikan variatif, sehingga menarik minat konsumen untuk dapat memilih berbagai jenis ikan, memiliki tempat yang strategis,yang mudah di kunjungi atau terlihat oleh orang atau konsumen yang ingin membeli ikan, serta memeiliki kualitas yang baik dan terjaga, sehingga konsumen selalu merasa puas dan selalu kembali kepada kita apabila konsumen tersebut ingin membeli lagi.

Petaka birahi ikan tuna menjadi salah satu bagian tersulit untuk diatasi dalam program riset budidaya ikan konsumsi paling bernilai ekonomi ini. Sepasang tuna yang birahi senantiasa kejar-kejaran dan kerap berubah menjadi petaka ketika menabrak dinding bak beton hingga mati.

Kesulitan itulah yang dihadapi Balai Riset Perikanan Budidaya Laut pada Kementerian Kelautan dan Perikanan di Pantai Gondol, Buleleng, Bali.

Sejak 2003, para periset di balai tersebut mengadakan riset pembenihan ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares).

”Pembenihan ikan tuna sangat penting karena eksploitasinya berlebihan. Ini terlihat dari bobot tangkapan ikan tuna yang semakin merosot,” kata Kepala Balai Besar Riset Perikanan Budidaya Laut I Nyoman Adiasmara Giri, Kamis (22/7).

Giri ketika itu menerima kunjungan sejumlah wartawan yang sedang meliput rangkaian konferensi Asosiasi Biologi Tropika dan Konservasi (ATBC) di Bali, 20-23 Juli 2010. Giri menunjukkan salah satu kegiatan riset pembenihan ikan tuna.

Sebanyak 30 ikan tuna dengan bobot sampai 70 kilogram dan berusia sekitar tiga tahun ditampung di bak beton berbentuk silinder.

Volume bak air laut itu sekitar 1.500 meter kubik, berdiameter 12 meter dengan kedalaman 8 meter.
Bangunan itu hibah dari Jepang dalam program Overseas Fishery Cooperation Foundation (OFCF) 2001-2005. Menurut peneliti senior Balai Besar Riset Perikanan Budidaya Laut, Gede Suwarthama Sumiarsa, Jepang memulai riset budidaya ikan tuna sejak 40 tahun lalu.

Baca selengkapnya »
www.tips-fb.com Posted by fishdiver at 16:41 Comments (0) Links to this post
Labels: Berita, Budidaya
Kamis, 24 Juni 2010
Kapal Sitaan Teronggok Menunggu Rusak

KOMPAS/A HANDOKO
Kapal Vietnam yang digunakan untuk mencuri ikan di perairan Indonesia, yakni di sekitar Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, ditangkap petugas dan ditarik ke Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Pontianak, Sabtu (29/5). Pencurian ikan di perairan Indonesia menunjukkan bahwa nelayan Vietnam semakin nekat. Mereka sebelumnya hanya berani mencuri di zona ekonomi eksklusif atau teritorial.


Kamis, 24 Juni 2010 | 04:44 WIB



Genderang perang terhadap nelayan-nelayan asing, penjarah kekayaan laut Indonesia, setiap tahun menghasilkan sekitar 250 kapal rampasan. Sayang, kapal sitaan dengan berbagai ukuran dan teknologi itu lebih banyak teronggok dimakan karat dan menunggu rusak.

Tak sulit mengenali kapal-kapal sitaan itu, yang sebagian berada di Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Pontianak, di pinggir Sungai Kapuas, Kalimantan Barat. Kapal yang pernah pongah mencuri ratusan ton ikan di perairan Indonesia dan mengirimkannya ke negara-negara asal nelayan tersebut kini sudah hilang kegagahannya.

Di Stasiun Pengawasan PSDKP ada sekitar 40 kapal sitaan, mulai dari kapal kayu berbobot mati 30 gross ton (GT) hingga kapal besi berbobot mati 300 GT. Sebagian besar dilengkapi alat tangkap pukat.

Kapal-kapal kayu umumnya merupakan rampasan dari nelayan Vietnam, Thailand, dan Malaysia, sedangkan kapal besi umumnya rampasan dari nelayan China.

Kapal Sitaan Teronggok Menunggu Rusak

KOMPAS/A HANDOKO
Kapal Vietnam yang digunakan untuk mencuri ikan di perairan Indonesia, yakni di sekitar Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, ditangkap petugas dan ditarik ke Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Pontianak, Sabtu (29/5). Pencurian ikan di perairan Indonesia menunjukkan bahwa nelayan Vietnam semakin nekat. Mereka sebelumnya hanya berani mencuri di zona ekonomi eksklusif atau teritorial.


Kamis, 24 Juni 2010 | 04:44 WIB



Genderang perang terhadap nelayan-nelayan asing, penjarah kekayaan laut Indonesia, setiap tahun menghasilkan sekitar 250 kapal rampasan. Sayang, kapal sitaan dengan berbagai ukuran dan teknologi itu lebih banyak teronggok dimakan karat dan menunggu rusak.

Tak sulit mengenali kapal-kapal sitaan itu, yang sebagian berada di Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Pontianak, di pinggir Sungai Kapuas, Kalimantan Barat. Kapal yang pernah pongah mencuri ratusan ton ikan di perairan Indonesia dan mengirimkannya ke negara-negara asal nelayan tersebut kini sudah hilang kegagahannya.

Di Stasiun Pengawasan PSDKP ada sekitar 40 kapal sitaan, mulai dari kapal kayu berbobot mati 30 gross ton (GT) hingga kapal besi berbobot mati 300 GT. Sebagian besar dilengkapi alat tangkap pukat.

Kapal-kapal kayu umumnya merupakan rampasan dari nelayan Vietnam, Thailand, dan Malaysia, sedangkan kapal besi umumnya rampasan dari nelayan China.

Kapal-kapal besi kini sudah berkarat di banyak tempat. Kapal-kapal kayu, selain badannya sudah lusuh, kondisi mesinnya memprihatinkan.

Kepala Bagian Tata Usaha PSDKP Pontianak Abdullah mengatakan, kapal-kapal dari China memiliki spesifikasi mesin yang berbeda dengan kapal Eropa. ”Kalau mesin kapal (China) itu rusak, sulit mencari suku cadangnya. Padahal, kalau lama tidak digunakan, mesin kapal bisa rusak,” kata Abdullah.

Teruji
Direktur Jenderal Pengawasan dan Pengendalian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Adji Sularso mengatakan, kapal-kapal yang dirampas dan disita dari nelayan asing itu sudah teruji kekuatannya. ”Dari berbagai jenis kapal, semuanya mampu menjelajah perairan Indonesia dengan baik. Itu bisa menjadi salah satu parameter,” katanya.

Kapal-kapal yang ”dipaksa” menunggu rusak itu merupakan konsekuensi dari hukum pidana kita, yang menyebutkan bahwa kapal sitaan baru bisa dilelang jika perkaranya sudah memiliki kekuatan hukum tetap. Padahal, butuh waktu bertahun-tahun untuk mendapatkan putusan yang berkekuatan hukum tetap. Dampaknya, nilai lelang kapal-kapal sitaan tersebut sangat rendah.

Direktur Kapal Pengawas pada Direktorat Jenderal Pengawasan dan Pengendalian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Willem Gaspersz mengatakan, nilai jual dalam lelang bisa turun hingga 80 persen akibat kondisi kapal yang rusak itu. ”Padahal, kapal sitaan dari nelayan asing itu relatif mahal, (harganya) mulai dari Rp 500 juta hingga belasan miliar rupiah,” kata Gaspersz.

Agar tak makin banyak kapal sitaan yang teronggok menunggu rusak, langkah Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk mengambil opsi hibah kepada kelompok nelayan seperti diamanatkan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan layak didukung. Kementerian Kelautan dan Perikanan telah mengirim surat kepada Mahkamah Agung untuk meminta pendapat dan saran hukum terkait langkah itu.

Opsi hibah tidak hanya akan meminimalkan kerusakan kapal sitaan, tetapi juga membantu memajukan kelompok-kelompok nelayan. Dengan opsi ini, setidaknya negara tidak perlu menganggarkan bantuan kapal baru.

WAKIL Gubernur Lampung Joko Umar Said mengatakan sektor kelautan dan perikanan merupakan salah satu prioritas pembangunan di Lampung untuk penanggulangan kemiskinan dan peningkatan kesempatan kerja.

Karena itu, ia berpendapat perlu dilakukan revitalisasi sektor perikanan serta pembangunan sarana dan prasarana produksi kelautan dan perikanan secara terpadu.

"Jika dimanfaatkan dan dikelola dengan baik, potensi di bidang kelautan dan perikanan ini dapat menjadi salah satu sektor unggulan selain dari sektor pertanian," ujarnya pada seminar perikanan di Bandar

Lampung, kemarin.

Joko mengungkapkan Provinsi Lampung memiliki potensi sumber daya kelautan dan perikanan yang cukup besar. "Dari luas wilayah 60 ribu kilometer persegi, sebesar 24.820 km2 adalah laut dengan panjang garis pantai 1.105 km."

Hal itu, tambahnya, menjadikan lampung memiliki potensi besar di bidang perikanan tangkap, budi daya, industri pengelolaan hasil perikanan, dan lainnya.

Namun, menurut Dekan Fakultas Pertanian Universitas Lampung (Unila) Prof Wan Abas Zakaria, pasar global menghendaki persyaratan kualitas dan standar konfor-mitas.

"Untuk memenuhi standar pasar global, pemerintah dan dunia usaha diwajibkan untuk meningkatkan sumber daya manusia, penerapan teknologi, dan industri harus dengan manajemen yang modern."

Di sisi lain, dari pihak industri, Isman Hariyanto yang mewakili PT Central Proteina-prima berpendapat kendala di sektor perikanan ialah terkait model kemitraan.

Ia mengungkapkan posisi tawar mitra plasma sangat lemah dalam segala bidang. Ia mencontohkan permodalan dan manajemen pengelolaan oleh plasma sangat bergantung pada mitra perusahaan (inti).

"Mitra masih bersifat pasif dalam usaha. Pola kemitraan masih rentan dimanfaatkan oleh kepentingan politik dan sosial masyarakat," ujarnya.

Menurut Isman, kemitraan yang ideal harus saling membutuhkan dan saling menguntungkan antara plasma dan inti karena kerja sama yang berjalan untuk jangka panjang. Selain itu, harus fair untuk kedua pihak.

Kemitraan yang ideal juga harus bisa menghilangkan risiko eksploitasi oleh inti maupun oleh plasma. "Dan mengingat kemitraan ini berjalan jangka panjang maka harus berkesinambungan," kata Isman. (NV/N-1)



Sumber : Media Indonesia 22 Desember 2011,hal 10
Tulisan terkait :
Pengumuman Pelelangan Umum Dengan Pascakualifikasi Satker Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman Jakarta
Peta Prakiraan Daerah Penangkapan Ikan Tanggal 5 - 8 Januari 2012
PENGUMUMAN PELELANGAN UMUM DENGAN PASCAKUALIFIKASI Nomor: 003/PPSNZJ/PL.400/I/2012, Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman Jakarta
PENGUMUMAN LELANG ULANG PAKET PEKERJAAN JASA KONSULTANSI DIRJEN KP3K Nomor : B.006/KP3K.LPSPL/PL.420/I/2012
Laut Jawa Dilanda Gelombang Tinggi
Nelayan Tangkap Hiu Sebesar Kapal
KKP Berdayakan Perikanan Bali
Tentang KKP

Organisasi
Perubahan Nomenklatur Departe…
Renstra KKP 2010-2014
Rules of The Game KKP
Sejarah
Sepuluh Pedoman Pengabdian Ke…
Visi, Misi, Grand Strategy da…

SEKRETARIAT JENDERAL
INSPEKTORAT JENDERAL
DITJEN PERIKANAN TANGKAP
DITJEN PERIKANAN BUDIDAYA
DITJEN P2HP
DITJEN KP3K
DITJEN PSDKP
BalitBang KP
BPSDMKP
BKIPM
Pengadaan Barang/Jasa
Informasi Cuaca & Iklim Maritim
Dinas KP Propinsi
Dinas KP Kabupaten
LPSE
Link Lembaga Terkait
LAPORAN REALISASI ANGGARAN KKP

Berikut ini langkah-langkahnya :
1. Masuk ke account blogger anda
2. Pilih tata letak/layout
3. Pilih tambah gadget
4. Pilih HTML/javascript.
5. Beri Judul Dafar isi atau judul sesuai dengan keinginan sobat
5. Kopas kode di bawah ini



*




namablog.blogspot.com : ganti dengan alamat blog sobat

width:430px : Ganti Lebar sesuai dengan yang sobat inginkan, sesuaikan dengan template

height:120px : Ganti tinggi nya sesuai dengan keinginan sobat


6. Kemudian save dan letakkan sesuai dengan keinginan sobat.


Kemudian cara kedua saya akan bahas Daftar isi yang akan ditampilkan pada satu halaman penuh

Berikut ini langkah-langkahnya :
1. Masuk ke account blogger anda
2. Pilih New post
3. Pilih Edit HTML pada kanan atas halaman tersebut
4. Beri Judul postingan tersebut dengan Daftar Isi, atau judul apapun sesuai keinginan sobat.
5. Copy paste script berikut ini :




*

http://alamatblog.blogspot.com : Ganti dengan alamat blog sobat

6. Klik Publish Post

Jadi deh, hasilnya atau sebagai contih dapat dilihat disini.





Cara membuatnya adalah buat laman statis baru
  1. Klik PostingLaman Baru, kemudian Edit Laman, lalu Edit HTML
  2. Pada Judul Laman masukkan Daftar Isi
  3. Masukkan kode berikut pada kotak untuk isinya:

    <link href="http://abu-farhan.com/script/acctoc/acc-toc.css" media="screen" rel="stylesheet" type="text/css"></link>
    <script src="http://abu-farhan.com/script/acctoc/daftarisiv2-pack.js"></script>
    <script src="http://www.oblo.web.id/feeds/posts/summary?max-results=1000&amp;alt=json-in-script&amp;callback=loadtoc"></script>
    <script type="text/javascript">
    var accToc=true;
    </script>
    <script src="http://abu-farhan.com/script/acctoc/accordion-pack.js" type="text/javascript"></script>


    Kira-kira seperti di bawah ini
  4. Ganti www.oblo.id dengan alamat blog anda
  5. Terakhir, klik Tayangkan Laman.

Cara membuatnya sangatlah mudah untuk jelasnya ikuti langkah dibawah ini :


·         1. Login dulu ke Akun Blogspot anda

·         2. Lalu pada halaman Dasbord Pilih dan Klik Rancangan


·         3. Setelah terbuka Laman rancangan Klik Tambah Gadget

 
 ·         4. Lalu pilih Widget HTML/JavaScript


·         5. Copy script berikut :
 
  <script type='text/javascript'>
//<![CDATA[
function RecentPostsScrollerv2(json)
{
var sHeadLines;
var sPostURL;
var objPost;
var sMoqueeHTMLStart;
var sMoqueeHTMLEnd;
var sPoweredBy;
var sHeadlineTerminator;
var sPostLinkLocation;
try
{
sMoqueeHTMLStart = "<MARQUEE onmouseover="this.stop();" onmouseout="this.start();" ";
if( nWidth)
{
sMoqueeHTMLStart = sMoqueeHTMLStart + " width = "" + nWidth + "%"";
}
else
{
sMoqueeHTMLStart = sMoqueeHTMLStart + " width = "100%"";
}

if( nScrollDelay)
{
sMoqueeHTMLStart = sMoqueeHTMLStart + " scrolldelay = "" + nScrollDelay + """;
}
if(sDirection)
{
sMoqueeHTMLStart = sMoqueeHTMLStart + " direction = "" + sDirection + """;
if(sDirection == "left" || sDirection =="right")
{
//For left and right directions seperate the headilnes by two spaces.
sHeadlineTerminator = "&nbsp;&nbsp;";
}
else
{
//For down and up directions seperate headlines by new line
sHeadlineTerminator = "<br/>";
}
}
if(sOpenLinkLocation =="N")
{
sPostLinkLocation = " target= "_blank" ";
}
else
{
sPostLinkLocation = " ";
}
sMoqueeHTMLEnd = "</MARQUEE>"
sHeadLines = "";
for(var nFeedCounter = 0; nFeedCounter < nMaxPosts; nFeedCounter++)
{
objPost = json.feed.entry[nFeedCounter];
for (var nCounter = 0; nCounter < objPost.link.length; nCounter++)
{
if (objPost.link[nCounter].rel == 'alternate')
{
sPostURL = objPost.link[nCounter].href;
break;
}
}

sHeadLines = sHeadLines + "<b>"+sBulletChar+"</b> <a " + sPostLinkLocation + " href="" + sPostURL + "">" + objPost.title.$t + "</a>" + sHeadlineTerminator;
}
document.write(sMoqueeHTMLStart + sHeadLines + sMoqueeHTMLEnd )
}
catch(exception)
{
alert(exception);
}
}
//]]>
</script>

<script style="text/javascript"> var nMaxPosts = 10; var sBgColor; var nWidth; var nScrollDelay = 180; var sDirection="left"; var sOpenLinkLocation="Y"; var sBulletChar="â&#65533;¢"; </script> <script style="text/javascript" src="http://BLOGKAMU.com/feeds/posts/default?alt=json-in-script&callback=RecentPostsScrollerv2"></script>

·         6. Terakhir klik SAVE
Ca 
Catatan :
nMaxPosts = 10                   : merupakan banyaknya post yang akan ditampilkan.
nScrollDelay = 180              : merupakan kecepatan marquee semakain kecil semakin lambat.
;http://BLOGKAMU.com    : ganti dengan alamat blog mu.


Nah itu tadi caranya mudahkan selamat mencoba ^_^

Followers

About Me

Sponsors

JAM

FASILITAS PENGUNJUNG

Popular Posts

Bagaimanakan pendapat anda tentang Blog ini??