Twitter

Dunia Perikanan dan Kelautan Indonesia

Posted by Nova Jessica - -

Petaka birahi ikan tuna menjadi salah satu bagian tersulit untuk diatasi dalam program riset budidaya ikan konsumsi paling bernilai ekonomi ini. Sepasang tuna yang birahi senantiasa kejar-kejaran dan kerap berubah menjadi petaka ketika menabrak dinding bak beton hingga mati.

Kesulitan itulah yang dihadapi Balai Riset Perikanan Budidaya Laut pada Kementerian Kelautan dan Perikanan di Pantai Gondol, Buleleng, Bali.

Sejak 2003, para periset di balai tersebut mengadakan riset pembenihan ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares).

”Pembenihan ikan tuna sangat penting karena eksploitasinya berlebihan. Ini terlihat dari bobot tangkapan ikan tuna yang semakin merosot,” kata Kepala Balai Besar Riset Perikanan Budidaya Laut I Nyoman Adiasmara Giri, Kamis (22/7).

Giri ketika itu menerima kunjungan sejumlah wartawan yang sedang meliput rangkaian konferensi Asosiasi Biologi Tropika dan Konservasi (ATBC) di Bali, 20-23 Juli 2010. Giri menunjukkan salah satu kegiatan riset pembenihan ikan tuna.

Sebanyak 30 ikan tuna dengan bobot sampai 70 kilogram dan berusia sekitar tiga tahun ditampung di bak beton berbentuk silinder.

Volume bak air laut itu sekitar 1.500 meter kubik, berdiameter 12 meter dengan kedalaman 8 meter.
Bangunan itu hibah dari Jepang dalam program Overseas Fishery Cooperation Foundation (OFCF) 2001-2005. Menurut peneliti senior Balai Besar Riset Perikanan Budidaya Laut, Gede Suwarthama Sumiarsa, Jepang memulai riset budidaya ikan tuna sejak 40 tahun lalu.

Baca selengkapnya »
www.tips-fb.com Posted by fishdiver at 16:41 Comments (0) Links to this post
Labels: Berita, Budidaya
Kamis, 24 Juni 2010
Kapal Sitaan Teronggok Menunggu Rusak

KOMPAS/A HANDOKO
Kapal Vietnam yang digunakan untuk mencuri ikan di perairan Indonesia, yakni di sekitar Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, ditangkap petugas dan ditarik ke Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Pontianak, Sabtu (29/5). Pencurian ikan di perairan Indonesia menunjukkan bahwa nelayan Vietnam semakin nekat. Mereka sebelumnya hanya berani mencuri di zona ekonomi eksklusif atau teritorial.


Kamis, 24 Juni 2010 | 04:44 WIB



Genderang perang terhadap nelayan-nelayan asing, penjarah kekayaan laut Indonesia, setiap tahun menghasilkan sekitar 250 kapal rampasan. Sayang, kapal sitaan dengan berbagai ukuran dan teknologi itu lebih banyak teronggok dimakan karat dan menunggu rusak.

Tak sulit mengenali kapal-kapal sitaan itu, yang sebagian berada di Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Pontianak, di pinggir Sungai Kapuas, Kalimantan Barat. Kapal yang pernah pongah mencuri ratusan ton ikan di perairan Indonesia dan mengirimkannya ke negara-negara asal nelayan tersebut kini sudah hilang kegagahannya.

Di Stasiun Pengawasan PSDKP ada sekitar 40 kapal sitaan, mulai dari kapal kayu berbobot mati 30 gross ton (GT) hingga kapal besi berbobot mati 300 GT. Sebagian besar dilengkapi alat tangkap pukat.

Kapal-kapal kayu umumnya merupakan rampasan dari nelayan Vietnam, Thailand, dan Malaysia, sedangkan kapal besi umumnya rampasan dari nelayan China.

Kapal Sitaan Teronggok Menunggu Rusak

KOMPAS/A HANDOKO
Kapal Vietnam yang digunakan untuk mencuri ikan di perairan Indonesia, yakni di sekitar Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, ditangkap petugas dan ditarik ke Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Pontianak, Sabtu (29/5). Pencurian ikan di perairan Indonesia menunjukkan bahwa nelayan Vietnam semakin nekat. Mereka sebelumnya hanya berani mencuri di zona ekonomi eksklusif atau teritorial.


Kamis, 24 Juni 2010 | 04:44 WIB



Genderang perang terhadap nelayan-nelayan asing, penjarah kekayaan laut Indonesia, setiap tahun menghasilkan sekitar 250 kapal rampasan. Sayang, kapal sitaan dengan berbagai ukuran dan teknologi itu lebih banyak teronggok dimakan karat dan menunggu rusak.

Tak sulit mengenali kapal-kapal sitaan itu, yang sebagian berada di Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Pontianak, di pinggir Sungai Kapuas, Kalimantan Barat. Kapal yang pernah pongah mencuri ratusan ton ikan di perairan Indonesia dan mengirimkannya ke negara-negara asal nelayan tersebut kini sudah hilang kegagahannya.

Di Stasiun Pengawasan PSDKP ada sekitar 40 kapal sitaan, mulai dari kapal kayu berbobot mati 30 gross ton (GT) hingga kapal besi berbobot mati 300 GT. Sebagian besar dilengkapi alat tangkap pukat.

Kapal-kapal kayu umumnya merupakan rampasan dari nelayan Vietnam, Thailand, dan Malaysia, sedangkan kapal besi umumnya rampasan dari nelayan China.

Kapal-kapal besi kini sudah berkarat di banyak tempat. Kapal-kapal kayu, selain badannya sudah lusuh, kondisi mesinnya memprihatinkan.

Kepala Bagian Tata Usaha PSDKP Pontianak Abdullah mengatakan, kapal-kapal dari China memiliki spesifikasi mesin yang berbeda dengan kapal Eropa. ”Kalau mesin kapal (China) itu rusak, sulit mencari suku cadangnya. Padahal, kalau lama tidak digunakan, mesin kapal bisa rusak,” kata Abdullah.

Teruji
Direktur Jenderal Pengawasan dan Pengendalian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Adji Sularso mengatakan, kapal-kapal yang dirampas dan disita dari nelayan asing itu sudah teruji kekuatannya. ”Dari berbagai jenis kapal, semuanya mampu menjelajah perairan Indonesia dengan baik. Itu bisa menjadi salah satu parameter,” katanya.

Kapal-kapal yang ”dipaksa” menunggu rusak itu merupakan konsekuensi dari hukum pidana kita, yang menyebutkan bahwa kapal sitaan baru bisa dilelang jika perkaranya sudah memiliki kekuatan hukum tetap. Padahal, butuh waktu bertahun-tahun untuk mendapatkan putusan yang berkekuatan hukum tetap. Dampaknya, nilai lelang kapal-kapal sitaan tersebut sangat rendah.

Direktur Kapal Pengawas pada Direktorat Jenderal Pengawasan dan Pengendalian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Willem Gaspersz mengatakan, nilai jual dalam lelang bisa turun hingga 80 persen akibat kondisi kapal yang rusak itu. ”Padahal, kapal sitaan dari nelayan asing itu relatif mahal, (harganya) mulai dari Rp 500 juta hingga belasan miliar rupiah,” kata Gaspersz.

Agar tak makin banyak kapal sitaan yang teronggok menunggu rusak, langkah Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk mengambil opsi hibah kepada kelompok nelayan seperti diamanatkan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan layak didukung. Kementerian Kelautan dan Perikanan telah mengirim surat kepada Mahkamah Agung untuk meminta pendapat dan saran hukum terkait langkah itu.

Opsi hibah tidak hanya akan meminimalkan kerusakan kapal sitaan, tetapi juga membantu memajukan kelompok-kelompok nelayan. Dengan opsi ini, setidaknya negara tidak perlu menganggarkan bantuan kapal baru.

2 Responses so far.

  1. PAK RUDI says:

    Assalamualaikum wr.wb mohon maaf kepada teman teman jika postingan saya mengganggu anda namun apa yang saya tulis ini adalah kisah nyata dari saya dan kini saya sangat berterimah kasih banyak kepada Mbah Rawa Gumpala atas bantuan pesugihan putihnya tampa tumbal yang sebesar 15m kini kehidupa saya bersama keluarga sudah sangat jauh lebih baik dari sebelumnya,,saya sekaran bisa menjalanka usaha saya lagi seperti dahulu dan mudah mudahan usaha saya ini bisa sukses kembali dan bermanfaat juga bagi orang lain,,ini semua berkat bantuan Mbah Rawa Gumpala dan ucapa beliau tidak bisa diragukan lagi,bagi teman teman yang ingin dibantuh seperti saya dengan pesugihan putih bisa anda hubungi di no 085 316 106 111 jangan anda ragu untuk menghubuni beliau karna saya sudah membuktikannya sendiri,karna Mbah tidak sama seperti dukun yang lain yang menghabiskan uang saja dan tidak ada bukti sedankan kalau beliau semuanya terbukti nyata dan sangat dipercay,,ini unkapan kisah nyata dari saya pak Rudi di semarang.Untuk lebih lenkapnya silahkan buka blok Mbah di šŸ£PESUGIHAN PUTIH TANPA TUMBALšŸ£

  2. MaksiPlus Wilayah Sumatera Utara

    Jasa Pemasangan Kolam Terpal Bioflok | Kolam Budidaya Lele BioMaksi Wilayah Sumatera Utara

    TIM PENGGERAK WILAYAH PT. MAKSIPLUS UTAMA INDONESIA SUMATERA UTARA

    Mempersembahkan TEROBOSAN TECHNOLOGY BUDIDAYA PERIKANAN TERBARU

    Kesempatan Menjadi Pengusaha Budidaya Lele konsep Kolam Terpal LELE BIO FLOK | BIO MAKSI

    Tim Budidaya Lele System Bio Maksi – merupakan Tim Leader Pergerakan MaksiPlus Wilayah Sumatera Utara yang berpengalaman dan berkontribusi pada bidang pembuatan kolam terpal serta manajemen budidaya ikan Lele Bio Flok / Bio Maksi.

    Peluang Bisnis Budidaya Lele Organik Biomaksi…

    Adalah Budidaya Lele BioFlok yaitu Kolam Bundar dengan menggunakan Tekhnologi Pupuk Hayati MaxiGrow dan Formula Biomaksinya…

    Keuntungan Budidaya Ikan Menggunakan Kolam Terpal :

    Tidak Membutuhkan Lahan Yang LuasHasil Panen Lebih Cepat dan BanyakBudidaya Tersistem Dengan Teknologi Tepat GunaTempat Budidaya Bersih dan Tidak BerbauKeuntungan Lebih Tinggi dan Melimpah

    Keuntungan Budidaya Lele Biomaksi :

    1.Tebar Padat 3000-5000 ekor ukuran.Kolam Diameter 2m Tinggi 1,2m.

    2.Menekan/Irit Pakan, Lebih Hemat FCR 0,5 – 0,7 % .

    3.Angka Kematian Dibawah 2%.

    4.Air Tidak Berbau, Pembuangan Air Sedikit.

    5.Panen Lebih Cepat Maks 2,5 bulan

    6.Hemat Biaya, Hemat Waktu, Hemat Tempat.

    7.Ikan Tidak Bau Lumpur, Lendir Sedikit, Tekstur daging Padat.

    8.Limbah Kotoran dapat dijadikan Pupuk Tanaman.

    Informasi Lengkap Seputar Budidaya Lele konsep Kolam Terpal LELE BIO FLOK | BIO MAKSI

    AGEN DISTRIBUTOR RESMI MAKSIPLUS

    AGEN DISTRIBUTOR RESMI PUPUK MAXIGROW

    AGEN DISTRIBUTOR RESMI PROASSAUDAH
    Mobile – 0819 1653 9805

    Whatsapp / SMS – +62819 1653 9805
    https://biomaksi.wordpress.com/home/
    Budidaya Kolam Lele BioMaksi di Kabupaten Tapanuli Tengah Pandan
    Budidaya Kolam Lele BioMaksi di Kabupaten Tapanuli Utara Tarutung
    Budidaya Kolam Lele BioMaksi di Kabupaten Tapanuli Selatan Sipirok
    Budidaya Kolam Lele BioMaksi di Kabupaten Nias Gunungsitoli
    Budidaya Kolam Lele BioMaksi di Kabupaten Langkat Stabat
    Budidaya Kolam Lele BioMaksi di Kabupaten Karo Kabanjahe
    Budidaya Kolam Lele BioMaksi di Kabupaten Deli Serdang Lubuk Pakam
    Budidaya Kolam Lele BioMaksi di Kabupaten Simalungun Raya
    Budidaya Kolam Lele BioMaksi di Kabupaten Asahan Kisaran
    Budidaya Kolam Lele BioMaksi di Kabupaten Labuhanbatu Rantau Prapat
    Budidaya Kolam Lele BioMaksi di Kabupaten Dairi Sidikalang
    Budidaya Kolam Lele BioMaksi di Kabupaten Toba Samosir Balige
    Budidaya Kolam Lele BioMaksi di Kabupaten Mandailing Natal Panyabungan
    Budidaya Kolam Lele BioMaksi di Kabupaten Nias Selatan Teluk Dalam
    Budidaya Kolam Lele BioMaksi di Kabupaten Pakpak Bharat Salak
    Budidaya Kolam Lele BioMaksi di Kabupaten Humbang Hasundutan Dolok Sanggul
    Budidaya Kolam Lele BioMaksi di Kabupaten Samosir Pangunguran
    Budidaya Kolam Lele BioMaksi di Kabupaten Serdang Bedagai Sei Rampah
    Budidaya Kolam Lele BioMaksi di Kabupaten Batubara Limapuluh
    Budidaya Kolam Lele BioMaksi di Kabupaten Padang Lawas Utara Gunung Tua
    Budidaya Kolam Lele BioMaksi di Kabupaten Padang Lawas Sibuhuan
    Budidaya Kolam Lele BioMaksi di Kabupaten Labuhanbatu Selatan Kotapinang
    Budidaya Kolam Lele BioMaksi di Kabupaten Labuhanbatu Utara Aek Kanopan
    Budidaya Kolam Lele BioMaksi di Kabupaten Nias Utara Lotu
    Budidaya Kolam Lele BioMaksi di Kabupaten Nias Barat Lahomi
    Budidaya Kolam Lele BioMaksi di Kota Medan
    Budidaya Kolam Lele BioMaksi di Kota Pematang Siantar
    Budidaya Kolam Lele BioMaksi di Kota Sibolga
    Budidaya Kolam Lele BioMaksi di Kota Tanjung Balai
    Budidaya Kolam Lele BioMaksi di Kota Binjai
    Budidaya Kolam Lele BioMaksi di Kota Tebing Tinggi
    Budidaya Kolam Lele BioMaksi di Kota Padangsidempuan
    Budidaya Kolam Lele BioMaksi di Kota Gunungsitoli
    Jual Kolam Terpal Bulat untuk Budidaya Ikan Lele serta Pembuatannya
    jual kolam terpal lele medan | Kolam Terpal
    kolam terpal medan | Kolam Terpal
    Jual Kolam Terpal di Medan
    Jual Kolam Terpal Siap Pakai Berbentuk Bulat dan Persegi
    Budidaya Lele Sistem Bioflok
    BUDIDAYA IKAN DI KOLAM TERPAL BIOFLOK MEDAN SUMATERA UTARA

Leave a Reply

Followers

About Me

Sponsors

JAM

FASILITAS PENGUNJUNG

Popular Posts

Bagaimanakan pendapat anda tentang Blog ini??